Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB

Karakteristik Lanskap Budaya di Kawasan Alun-Alun Gresik

Fadilah Putri Ambarlina (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

ABSTRAK   Gresik, telah lama berkembang menjadi suatu kota dagang yang mendatangkan berbagai pendatang dari Nusantara maupun bangsa asing yang disaksikan oleh Tom Pires (portugis) yang mendatangi Gresik pada abad ke-16. Hilmiyah (2017) menuliskan bahwa dikarenakan sejarahnya sebagai kota dagang dan terjadinya Islamisasi tertua di Jawa, Gresik dikatakan sebagai model kota tua dengan aspek jistoris yang melekat di dalamnya. Kawasan Alun-Alun Gresik terletak di tengah kepadatan Kota Gresik dengan kawasan heritage yang kental di sekelilingnya. Kawasan Alun-Alun Gresik yang merupakan salah satu icon dan lanskap bersejarah ini, perlu dilestarikan di tengah maraknya modernisasi kawasan perkotaan yang dapat menghilangkan karakter suatu kawasan bersejarah. Untuk itu, penelitian mengenai lanskap budaya di Kawasan Alun-Alun Gresik perlu dilakukan untuk menemukan dan memperkuat karakter suatu kawasan bersejarah ini. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan dengan melakukan komparasi kondisi Kawasan Alun-Alun Gresik sebelum revitalisasi (2017), dengan kondisinya saat penelitian ini dilakukan pada Tahun 2024, sehingga dapat diperoleh komponen mana dari ke-13 komponen tersebut yang bertahan dan perlu dilestarikan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah, bahwa komponen yang mengalami perubahan paling signifikan adalah komponen Sirkulasi, Vegetasi, dan View and Vista, sedangkan komponen yang bertahan dan perlu dilestarikan adalah komponen Sistem dan Ciri Alam, Tradisi Budaya, dan Topografi.   Kata kunci: lanskap, lanskap budaya, alun-alun   ABSTRACT   Gresik has long developed into a trading city that attracted migrants from across the archipelago as well as foreign nations, as witnessed by the Portuguese explorer Tom Pires, who visited Gresik in the 16th century. According to Hilmiyah (2017), due to its historical role as a trading hub and its status as the site of the earliest Islamization in Java, Gresik is regarded as a model of an old city with strong historical aspects. The Alun-Alun Gresik area is located in the heart of the densely populated city, surrounded by a rich heritage landscape. As one of the city’s historic icons and landscapes, the Alun-Alun Gresik area needs to be preserved amid the growing wave of urban modernization that threatens to erase the identity of historic districts. Therefore, this study explores the cultural landscape of the Alun-Alun Gresik area to identify and reinforce the character of this historical site. The research employs a qualitative descriptive method, comparing the condition of the Alun-Alun Gresik area before revitalization (2017) with its condition at the time of the study in 2024. This comparison helps to determine which of the 13 landscape components have been preserved and should be maintained. The study found that the most significantly altered components are Circulation, Vegetation, and View and Vista. Meanwhile, components that have remained intact and should be preserved include Natural Systems and Features, Cultural Traditions, and Topography.   Keywords: landscape, cultural landscape, town square      

Copyrights © 2025