Kota Padang merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami karena terletak di zona megathrust dan berdekatan dengan tiga gunung api aktif. Peristiwa gempa besar tahun 2009 di Kota Padang menjadi bukti nyata dari dampak sebuah bencana. Sementara itu, fasilitas edukasi mitigasi gempa yang komprehensif belum tersedia untuk meratakan pemahaman masyarakat. Pusat edukasi gempa dengan pendekatan Resilience Architecture menjadi solusi atas kebutuhan sumber informasi komprehensif mengenai mitigasi gempa dan kebutuhan tempat evakuasi saat bencana. Metode studi preseden digunakan sebagai proses awal untuk menghasilkan konsep desain yang sesuai dan kontekstual. Konsep utama menekankan integrasi antara edukasi dan ketahanan bencana sehingga menghasilkan rancangan bangunan fasilitas edukasi yang adaptif dan tangguh bencana. Pendekatan resilience diterapkan dengan mengacu pada tiga tahapan penanggulangan bencana: prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Dengan demikian, pusat edukasi gempa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mitigasi, sekaligus memberikan perlindungan yang memadai bagi masyarakat Kota Padang dalam menghadapi bencana. Kata kunci: gempa bumi, pusat edukasi, mitigasi, resilience architecture
Copyrights © 2025