ABSTRAK Peningkatan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang inklusif mendorong perlunya perancangan ruang tinggal yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan pengguna. Kota Malang mulai menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas di lingkungan pendidikan tinggi, namun untuk sarana pendukung dalam aspek hunian mahasiswa, khususnya bagi kelompok penyandang disabilitas tunadaksa, masih terabaikan. Artikel ini membahas perancangan apartemen mahasiswa dengan pendekatan desain universal sebagai solusi untuk menciptakan hunian inklusif yang adil, setara, dan aksesibel untuk semua kelompok pengguna. Studi preseden terhadap bangunan dengan isu serupa dilakukan dengan menganalisis kebutuhan penerapan prinsip desain universal. Konsep desain dikembangkan berdasakan aturan desain yang ditemukan dari hasil analisis tersebut, dengan menyesuaikan terhadap kondisi tapak dan lingkungan tempat desain berada. Hasil perancangan menunjukkan bahwa inklusivitas pada apartemen mahasiswa dapat dicapai melalui desain yang aksesibel dengan sirkulasi terpusat baik secara horizontal maupun vertikal, penyediaan lingkungan suportif baik dari pemenuhan dimensi ruang gerak pada tiap ruang maupun dengan penyediaan alat bantu gerak, serta pemenuhan keamanan lingkungan baik dari penggunaan material anti slip dan bertekstur hingga penyediaan emergency cord pada unit hunian. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam penyediaan hunian mahasiswa yang inklusif serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mendukung semua kalangan tanpa terkecuali. Kata kunci: Desain Universal, Apartemen Mahasiswa, Tunadaksa, Desain Inklusif
Copyrights © 2025