Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB

Perancangan Sekolah Musik bagi Tunanetra dengan Pendekatan Acoustic Wayfinding di Kota Jakarta Selatan

Wahyudi, Nabilla (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

Keterbatasan tunanetra memperoleh informasi visual untuk beraktivitas menghadapkan mereka pada berbagai hambatan dalam lingkungan sosial. Kondisi ini pun mendorong eksklusi sosial, menempatkan tunanetra sebagai partisipan pasif yang menghambat pengembangan kompetensi mereka. Dalam upaya menekan fenomena eksklusi sosial terhadap tunanetra, dibutuhkan sebuah pendekatan komprehensif yang dapat mengembangkan potensi tunanetra, khususnya di bidang seni musik. Empirisme digunakan sebagai metode perancangan agar konsep desain yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan. Desain ini fokus dalam pembentukan spasial yang mendukung kegiatan belajar dan mengajar tunanetra di sekolah musik dengan standar pengendalian akustik yang baik. Auditori sebagai reseptor jarak jauh selanjutnya dikembangkan dalam pendekatan acoustic wayfinding agar tunanetra dapat lebih percaya diri dalam bernavigasi secara mandiri menggunakan elemen suara sebagai penanda orientasi dan arah. Elemen akustik dalam sistem wayfinding bagi tunanetra berfungsi sebagai locational cues, directional cues, zone contrast, dan feedback cues. Sekolah musik ini ditujukan sebagai pendidikan non formal bagi tunanetra usia 0-19 tahun dan pelatihan pengajar bagi usia 19-25 tahun. Program ruang terbagi dalam zona pendidikan musik privat, pendidikan musik ansambel, dan zona pertunjukan. Perancangan sekolah musik bagi tunanetra diharapkan mampu memberdayakan mereka, tidak hanya sebagai partisipan pasif, namun sebagai kreator aktif, merespon minat, kebutuhan, dan tujuan bersama serta dapat menginspirasi individu baik di dalam maupun luar komunitas tunanetra.Kata Kunci: Tunanetra, Sekolah Musik, Acoustic Wayfinding

Copyrights © 2025