Peningkatan frekuensi kejadian bencana alam di dunia, termasuk di Indonesia menjadikan kebutuhan akan ruang edukasi kebencanaan yang edukatif dan rekreatif. Astaraloka dirancang untuk dapat memenuhi tiga fungsi utama untuk mendukung tujuannya, taitu fungsi edukasi, penelitian, dan kolaborasi. Hal ini dikarenakan penanganan bencana harusnya tidak terbatas menjadi tugas pemerintah saja, tetapi juga tugas semua pihak, termasuk masyarakat dan profesional. Ketiga fungsi ini dipertemukan dalam suatu wadah Pusat Studi Kebencanaan yang dirancang dengan pendekatan edutourism agar bisa menyesuaikan belajar dan kebutuhan masyarakat modern. Astaraloka hadir dengan konsep naratif “ruang bercerita” sebagai representasi dari kriteria edutourism. Dengan konsep ini, Astaraloka dirancang untuk mampu menyampaikan edukasi kebencanaan melalui narasi cerita sekaligus memenuhi kebutuhan akan isu tangguh bencana dan keberlanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai kelokalan. Kata kunci: Pusat Studi, Ruang Bercerita, Kebencanaan
Copyrights © 2025