Kota Malang mengalami peningkatan signifikan jumlah mahasiswa setiap tahun, yang berdampak pada tingginya kebutuhan hunian sementara. Namun, hunian konvensional seperti kos-kosan mulai kehilangan peminat karena tidak lagi sesuai dengan preferensi Generasi Z yang mengutamakan kenyamanan, privasi, dan interaksi sosial. Penelitian ini merancang hunian Co-Living dengan pendekatan Permeability Architecture sebagai solusi terhadap perubahan gaya hidup tersebut. Metode yang digunakan adalah strukturalisme dengan strategi pattern analysis, yang melibatkan analisis spasial dan climate modifier dari lima studi preseden. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip permeability seperti konektivitas ruang, integrasi lingkungan, fleksibilitas, dan kualitas visual berhasil menciptakan hunian yang adaptif, efisien, dan mendukung interaksi sosial. Desain akhir berupa bangunan dengan fungsi co-living yang memiliki fasilitas penunjang berupa ruang komunal untuk menciptakan ruang sosial yang mendukung interaksi serta produktivitas. Kata kunci: Co-Living, Permeability Architecture, Generasi Z
Copyrights © 2025