Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat haid, biasanya muncul dengan rasa kram dan berfokus pada di abdomen. Keluhan nyeri haid sendiri dapat terjadi mulai dari ringan ke berat. Dampak dari nyeri haid sangat beragam, di antaranya remaja putri kesulitan berjalan, kesulitan tidur, mood yang buruk, konsentasi buruk, dan nyeri haid yang berat bisa membuat remaja putri memilih absen atau istirahat sebentar dari sekolah maupun kerja. Salah satu penatalaksanaan yang bisa diberikan untuk mengatasi nyeri yaitu dengan senam dismenore. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan senam dismenore. Metode: Penelitian menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi yaitu seluruh remaja putri di SMK Kesehatan Athaila Putra dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Numerik Rating Scale (NRS) dan SOP Senam Dismenore. Intervensi pada penelitian ini dilakukan 3x dalam 1 minggu sebelum menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (intervensi 9x dalam 3 bulan). Analisa Data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi nyeri dismenore sebelum diberikan senam dismenore yaitu tidak nyeri 0 (0%), Nyeri ringan 3 orang (8,57%), nyeri sedang 18 orang (51,4%), nyeri berat 14 orang (40%), dan nyeri sangat berat 0 (0%). Distribusi frekuensi nyeri dismenora sesudah diberikan senam dismenore yaitu tidak nyeri 3 orang (8,55%), nyeri ringan 23 (65,7%), nyeri sedang 7 orang (20%), nyeri berat 2 orang (5,75%), dan nyeri sangat berat 0 (0%). Ada perbedaan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan senam dismenore nilai Asymp. Sig 0,001. Diskusi: Bagi responden sebaiknya melakukan senam yang diajarkan dan dilakukan secara rutin dan berkala sehingga dapat mengurangi nyeri dismenore.
Copyrights © 2025