Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk tradisi keilmuan sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi dinamika sosial-ekonomi kontemporer. Namun, kurikulum pesantren masih didominasi kajian kitab kuning dengan metode tradisional, sementara tuntutan era Society 5.0 menekankan keterampilan abad ke-21, literasi digital, kewirausahaan, dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan merumuskan model reformasi kurikulum integratif berbasis outcome-based education (OBE) yang mampu menjaga otentisitas tradisi pesantren sekaligus menjawab kebutuhan kompetensi modern. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen pada tiga tipe pesantren (salafiyah, modern, kombinasi) di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara orientasi tradisi keilmuan pesantren dan kebutuhan kompetensi santri. Model kurikulum integratif berbasis OBE yang diusulkan memiliki tiga pilar utama: (1) preservasi tradisi kitab kuning, (2) integrasi keterampilan abad ke-21, dan (3) evaluasi capaian pembelajaran secara sistematis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur reformasi pesantren yang sebelumnya masih parsial, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola pesantren, pembuat kebijakan, dan mitra industri dalam menyusun kurikulum berkelanjutan.
Copyrights © 2025