Diabetes melitus yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Peningkatan komplikasi erat kaitannya dengan tidak terkontrolnya gula darah yang salah satunya dapat dinilai melalui parameter HbA1c. Risiko komplikasi vaskular meningkat akibat keadaan protrombotik, yang dipengaruhi oleh aktivitas trombosit. Aktivitas trombosit dapat dievaluasi melalui indeks trombosit yaitu Mean Platelet Volume (MPV), Platelet Distribution Widht (PDW), Platelet Large Cell Ratio (P-LCR) dan Plateletcrit (PCT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan indeks trombosit (MPV, PDW, P-LCR, PCT) pada pasien DM Tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan studi korelasi menggunakan data sekunder dari 107 sampel pasien DM Tipe 2 dengan kriteria inklusi: pasien DM tipe 2 dengan kadar HbA1c ≥ 6,5% dan kriteria eksklusi: pasien tidak menerima transfusi darah 3 bulan terakhir, DBD dan Anemia yang diambil di RSUD Bandung Kiwari, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Kadar HbA1c diukur dengan metode ion-exchange HPLC. Sedangkan Indeks trombosit dihitung menggunakan alat hematologi otomatis. Analisis statistik dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif lemah antara kadar HbA1c dengan PCT (koefisien korelasi r=0.197 dan p=0.042), sedangkan tidak ditemukan hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan MPV, PDW dan P-LCR dengan (MPV: r = -0,041, p = 0,67; PDW: r = 0,039, p = 0,69; P-LCR: r = -0,009, p = 0,93).
Copyrights © 2025