Early Warning Scoring System (EWSS) digunakan secara luas untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien dan mendukung eskalasi klinis secara tepat waktu. Namun, penerapannya oleh perawat di berbagai negara masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan persepsi negatif terhadap efektivitas sistem. Artikel ini bertujuan memetakan tantangan yang dihadapi perawat dalam menerapkan EWSS, baik dalam aspek praktik klinis maupun faktor kontekstual di negara maju dan berkembang. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey & O’Malley serta panduan Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian dilakukan di ProQuest, PubMed, Google Scholar, dan repositori lokal (2017–2024, Bahasa Indonesia dan Inggris). Dari 22.103 artikel, 24 studi primer dengan desain kualitatif, kuantitatif, dan campuran memenuhi kriteria inklusi.Delapan tantangan utama yang teridentifikasi meliputi: kurangnya pelatihan dan pengetahuan, kepatuhan rendah terhadap dokumentasi dan eskalasi, beban kerja tinggi, keterbatasan staf, komunikasi dan kolaborasi antarprofesi yang belum optimal, hambatan budaya organisasi, rendahnya efikasi diri perawat, serta minimnya dukungan teknologi digital. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan yang disesuaikan dengan konteks masing-masing layanan kesehatan.
Copyrights © 2025