Disiplin gereja merujuk pada serangkaian aturan yang diterapkan di gereja untuk menanggapi individu yang melanggar firman Tuhan dan peraturan yang berlaku Ini merupakan ciri khas gereja Lutheran, yang dijelaskan oleh Martin Luther melalui konsep ekskomunikasi, termasuk larangan mengikuti sakramen. Proses disiplin dimulai dengan teguran, yang bisa berlanjut hingga pengucilan. Namun, tujuan disiplin bukan untuk menghukum, melainkan untuk mendorong pertobatan, dengan penggembalaan selama enam bulan bagi yang dikenakan disiplin. Mereka tidak diperbolehkan mengikuti sakramen baptisan dan perjamuan kudus. Gereja BNKP juga memiliki Tertib Penggembalaan sebagai aturan disiplin, meskipun terdapat pro dan kontra dalam pelaksanaannya, yang memerlukan peran pelayan gereja untuk memberi pemahaman yang benar kepada jemaat.
Copyrights © 2025