Latar belakang: Banyak masalah muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan pada kenyataannya, ada beberapa remaja yang tidak terlalu berhasil dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Tujuan: mendeskripsikan stabilitas emosi pada pelajar SMA-SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian kualitatif non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi adalah pelajar SMA-SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah metode non–probablility sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sample penelitian ini adalah 73 siswa SMAN 2 dan SMK 6 Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 dan SMK 6 Semarang pada September–November 2024. Instrumen berupa WoodWorth’s Inventory terdiri dari 75 pertanyaan terbuka. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Sebanyak 35 siswa (48 %) memiliki kecenderungan kepribadian infantile secara emosional, 30 siswa (41%) pyshantenia, 37 siswa (51%) schizoid, 19 siswa (26%) paranoid, 38 siswa (52%) depresif, 31 siswa (42%) impulsif, 31 siswa (42 %) emosi yang tidak stabil, dan 5 siswa (7%) antisosial. Kesimpulan: Adanya kecenderungan kepribadian depresif, schizoid pada infantile pada pelajar. Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaan untuk mewujudkan remaja yang lebih sehat jiwa.
Copyrights © 2025