Penelitian ini menganalisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi gedung bertingkat di Surabaya dengan pendekatan studi kasus multi-lokasi. Metode penelitian mencakup observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, dan penyebaran kuesioner terstandarisasi kepada pekerja. Hasil identifikasi mengungkap 35 risiko K3, terdiri dari 20 risiko pekerjaan struktural (seperti jatuh dari ketinggian dan paparan debu silika) dan 15 risiko arsitektural (termasuk terpeleset dan paparan bahan kimia). Penilaian risiko menggunakan matriks probabilitas-keparahan menunjukkan 25 risiko kategori tinggi dan 10 risiko sedang, dengan pekerjaan arsitektural memiliki tingkat risiko lebih dominan. Rekomendasi mitigasi meliputi peningkatan pengawasan, penggunaan teknologi (seperti vacuum dust collector), dan pelatihan berbasis simulasi. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi hierarki pengendalian risiko dan pendekatan berbasis teknologi dalam manajemen K3 konstruksi, sesuai dengan standar OSHA (2020) dan penelitian terkini.
Copyrights © 2025