Pertumbuhan permukiman baru di Surabaya, khususnya di kawasan Gunung Anyar, Rungkut Industri, dan Sukolilo, belum diiringi oleh peningkatan layanan transportasi publik, terutama Suroboyo Bus. Wilayah ini masih memiliki akses halte di bawah 15%, dengan jarak tempuh ke halte terdekat melebihi standar ideal 400 meter, kualitas infrastruktur halte yang minim, frekuensi kedatangan bus (headway 19–25 menit), serta lemahnya integrasi dengan moda pengumpan seperti WiraWiri dan tingginya ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Melalui analisis spasial dan kajian kondisi eksisting, laporan ini mengusulkan penambahan rute baru yang menghubungkan Terminal Purabaya ke kawasan timur dan tenggara Surabaya, pembangunan halte baru di titik strategis, serta peningkatan frekuensi layanan dengan pengadaan armada tambahan dan bus lane. Optimalisasi sistem feeder juga disarankan agar permukiman yang tidak terlayani jalur utama tetap terhubung secara efisien.
Copyrights © 2024