Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh fanatisme aliran dan taklid buta terhadap perkembangan studi hadis di Yaman pada abad ke-19,dengan fokus pada pemikiran Imam al-Shawkani. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis historis, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Imam al-Shawkani sebagai ulama saat itu merespons tantangan intelektual yang dihadapi oleh masyarakat Yaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fanatisme aliran dan taklid buta membatasi ruang bagi pembaruan ilmiah, namun Imam al-Shawkani berhasil mengatasi hambatan tersebut melalui pendekatan kritis terhadap hadis, dengan menekankan pentingnya analisis sanad dan matan. Karya-karyanya, seperti Nayl al-Awthar, memperkenalkan metodologi baru yang menghidupkan kembali studi hadis dan mempromosikan ijtihad sebagai cara untuk menghindari belenggu tradisi yang stagnan.
Copyrights © 2025