Hernia perineum adalah kondisi yang ditandai dengan melemahnya dan terpisahnya otot serta fasia yang menopang diafragma pelvis. Terbentuknya cincin hernia dapat disebabkan oleh cacat bawaan selama perkembangan embrio atau cedera traumatis. Penanganan standar untuk kondisi ini adalah hernioplasti, prosedur pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki dan memperkecil ukuran cincin hernia yang disebabkan oleh kelemahan otot. Seekor anjing Shih Tzu berusia 12 tahun datang ke Klinik Hewan Jogja, Indonesia dengan riwayat konstipasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya massa di regio pelvis dorsal, yang diidentifikasi sebagai akumulasi feses yang abnormal. Evaluasi diagnostik komprehensif, termasuk hematologi, biokimia serum, dan radiografi, dilakukan untuk memastikan diagnosis hernia perineum bilateral. Koreksi bedah melalui hernioplasti dilakukan untuk menutup cincin hernia. Penatalaksanaan pascaoperasi terdiri dari terapi antibiotik dan analgesik, suplementasi suportif, dan pengaturan pola makan.
Copyrights © 2025