Artikel ini mengkaji pentingnya etika bisnis syariah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan studi pustaka. Etika bisnis syariah berakar pada prinsip-prinsip Islam, seperti ketauhidan, ilmu pengetahuan, keadilan, tanggung jawab, kebebasan, kebajikan, dan komitmen terhadap kehalalan. Penerapan prinsip-prinsip ini tidak hanya menciptakan lingkungan bisnis yang etis dan adil, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Dalam pandangan Islam, kepuasan pelanggan mencakup aspek material dan spiritual, yang berhubungan dengan kesesuaian produk dan jasa dengan ajaran syariah. Studi kasus yang melibatkan Bank Syariah Indonesia, Wardah, dan Tokopedia Salam menunjukkan bahwa penerapan etika syariah berdampak positif terhadap persepsi dan kenyamanan konsumen. Namun, ada beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman pelaku usaha, inkonsistensi praktik, tekanan pasar, serta rendahnya edukasi konsumen dan pengawasan. Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dilakukan pelatihan sumber daya manusia, penguatan audit internal berbasis syariah, keterlibatan Dewan Pengawas Syariah, dan inovasi produk yang sejalan dengan prinsip Islam. Dengan langkah-langkah ini, etika bisnis syariah tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai strategi yang efektif dalam menciptakan kepuasan pelanggan yang berkelanjutan serta mendukung keberhasilan dan keberkahan usaha.
Copyrights © 2025