Pengembangan ekowisata cenderawasih di Kampung Sawendui merupakan strategi perlindungan hutan yang efektif. Ekowisata sudah terbukti dapat memberikan dampak baik bagi ekologi, ekonomi dan juga sosial. Ekowisata tidak hanya memerlukan adanya obyek daya tarik wisata alam, tetapi juga adanya dukungan nyata dari stakeholder. Stakeholder dalam ekowisata dibagi menjadi 5 kelompok yang sering disebut stakeholder pentahelix yang terdiri dari pengusaha, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan juga media. Tidak banyak stakeholder ikut andil dalam memberikan dukungan dalam ekowisata berdasarkan hasil pemetaan stakeholder. Pemetaan stakeholder mengklasifikasikan pemerintah sebagai key player, masyarakat sebagai subject, akademisi dan pengusaha sebagai crowd, dan media sebagai context setter. Kurangnya dukungan dan kolabori stakeholder menjadi salah satu penghambat pengembangan ekowisata berkelanjutan. Penguatan sinergi pentahelix diharapkan menjadi kunci untuk mencapai keberlanjutan ekowisata. Pemerintah sebagai key player dapat membuat kebijakan untuk meningkatkan sinergitas stakeholder dengan menyesuaikan dukungan dari setiap kelompok stakeholder. Kegiatan CSR pengusaha, insentif fiskal pengusaha, kemitraan riset akademisi, pelibatan media, serta pelatihan masyarakat adalah bentuk rekomendasi kebijakan yang ditawarkan untuk mengatasi masalah yang ada.
Copyrights © 2025