Pendahuluan: Gangguan ansietas merupakan suatu kondisi yang sering dijumpai pada masyarakat secara umum. Gangguan ansietas jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan hormon adrenalin sehingga terjadi peningkatan asam lemak bebas dan kadar glukosa darah, dan juga menyebabkan pelepasan hormon kortisol, yaitu hormon glukokortikoid yang disintesis dari kolesterol di korteks adrenal, yang dapat memberikan dampak negative terhadap efek kardiovaskular, metabolisme dan pernapasan. Kortisol umumnya dikenal sebagai "hormon stres", yang hanya dilepaskan selama kondisi stres. Tujuan: tujuan penelitian ini unutuk melihat hubungan antara efek metabolik terhadap peningkatan hormon kortisol pada pasien yang mengalami gangguan ansietas. Metode: penelitian merupakan penelitian analitik numerik dengan cara cross sectional, cara pengambilan sampel dengan cara non probability sampling jenis consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara gangguan ansietas terhadap peningkatan kadar gula darah (p=0.001, r =0,625) dan kadar kolesterol (p<0.001, r=0,717). Tidak Terdapat perbedaan yang bermakana antara gangguan ansietas terhadap peningkatan hormone kortiso dengan nilai P=0.366, r=0,189. Kesimpulan: Dijumpai perbedaan bermakna antara gangguan ansietas terhadap peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, tidak dijumpai perbedaan yang bermakana antara gangguan ansietas terhadap peningkatan hormon kortisol.
Copyrights © 2023