Remaja putri adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Masalah yang sering dialami dan paling berisiko menjadi persoalan bagi seorang remaja putri adalah keputihan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan, bahwa total kasus infeksi menular seksual (IMS) disertai gejala keputihan pada tahun 2015 sebanyak 5.698 orang. Data Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2018 menunjukkan kasus infeksi menular seksual (IMS) dengan disertai gejala keputihan tertinggi yaitu wilayah Denpasar Utara, yaitu 1.542 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktek personal hygiene genitalia dengan terjadinya keputihan pada remaja di SMP Dwijendra Denpasar tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Jumlah responden penelitian ini adalah 82 orang siswi. Berdasarkan usia, responden terbanyak dengan usia 15 tahun yaitu 77 responden (93,9%), yang mengalami keputihan sebanyak 80 orang (97,6%), dan yang praktek personal hygiene nya dalam kategori baik sebanyak 42 orang (51,2%). Hasil uji fisher exact test menunjukkan nilai p: 1,000 (> 0,05). Simpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara praktek personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Saran yang dapat diberikan antara lain diharapkan agar pihak sekolah secara berkala melaksanakan penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan tentang keputihan
Copyrights © 2025