Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Triakontanol terhadap pertumbuhan produksi tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor tersebut adalah faktor konsentrasi giberelin yang terdiri dari enam taraf perlakuan dan empat ulangan/blok. Jumlah polybag yang digunakan sebanyak 24 polybag. Enam taraf Triakontanol terdiri dari: T0 = tanpa pemberian Triakontanol (kontrol), T1 = 2,5 ml/l liter air, T2 = 5,0 ml/l liter air, T3 = 7,5 ml/l liter air, T4 = 10 ml/l liter air, T5 = 12,5 ml/l liter air. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah kanopi, bobot basah akar, bobot kering kanopi dan bobot kering akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi Triakontanol berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tertinggi, berat basah kanopi terberat, berat basah akar terberat, berat kering kanopi terberat dan berat kering akar terberat. Penggunaan konsentrasi Triakontanol 5 ml/1 liter air menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 17,54 cm, berat basah kanopi terberat 14,98 g, berat basah akar terberat 0,94 g, berat kering kanopi terberat 0,64 g dan berat kering akar terberat 0,19 g. Produksi bobot basah kanopi terberat dengan penggunaan triakontanol Topt sebesar 6,08ml/1 liter air menghasilkan Ymaks 13,07 g.
Copyrights © 2024