Mahasiswa berada pada fase perkembangan dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik, emosional, dan sosial. Dalam menghadapi tantangan tersebut, academic self-efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan akademik menjadi aspek penting yang menentukan keberhasilan belajar. Salah satu faktor lingkungan yang diduga mempengaruhi academic self-efficacy adalah psychological safety, yaitu persepsi individu bahwa ia dapat mengekspresikan diri tanpa takut terhadap penilaian negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran antara psychological safety dan academic self-efficacy pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional. Partisipan berjumlah 323 mahasiswa program sarjana dari berbagai perguruan tinggi di DKI Jakarta, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner psychological safety dan academic self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran positif yang signifikan antara psychological safety dan academic self-efficacy (R² = 0,497; p < 0,05). Semakin tinggi tingkat rasa aman psikologis yang dirasakan mahasiswa, semakin tinggi pula keyakinan mereka terhadap kemampuan akademiknya. Hasil ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung secara emosional agar dapat meningkatkan efikasi diri mahasiswa dalam konteks akademik.
Copyrights © 2025