Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi berbasis multiple intelligences, khususnya kecerdasan linguistik dan intrapersonal, terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 6 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa two-group pretest-posttest design. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sig. 0,000 < α 0,05), yang berarti bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis multiple intelligences berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan manfaat yang signifikan dalam mendukung proses belajar secara menyeluruh. Dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar mereka dalam hal ini melalui pendekatan kecerdasan linguistik dan intrapersonal siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak positif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis
Copyrights © 2025