Artikel ini menganalisis strategi kelangsungan hidup perempuan miskin pekerja informal yang menghadapi tantangan besar dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap lima perempuan pekerja informal, seperti penjual kue, manusia silver, pedagang sepatu preloved, dan penjual pisang. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa perempuan ini mengelola keuangan dengan bijak, memanfaatkan keterampilan tambahan, serta mengandalkan dukungan sosial dari keluarga dan komunitas untuk bertahan hidup. Temuan ini dijelaskan melalui lensa teori ekonomi feminis, yang menyoroti ketidaksetaraan gender dalam dunia kerja informal. Meskipun mereka memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi, perempuan pekerja informal tetap memerlukan dukungan yang lebih besar dalam bentuk pelatihan keterampilan, bantuan modal, dan akses ke layanan kesehatan. Artikel ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis pada pemberdayaan perempuan di sektor informal untuk mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Copyrights © 2025