Penelitian ini akan membahas sebuah studi etnografi yang fokus pada perjuangan dan strategi yang dihadapi oleh ibu yang bekerja namun tetap mengasuh anak dengan memanfaatkan ekonomi digital. Melalui penggunaan metode etnografi, dengan teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah wawancara satu lawan satu dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria informan berjumlah 4 orang di Jabodetabek, berjenis kelamin perempuan dengan usia 25-50 tahun, memiliki anak yang berusia 0-17 tahun, sudah bekerja lebih dari 3 tahun, dan memiliki maksimal 3 anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami share paint value dari struggle yang dihadapi oleh ibu yang bekerja dalam lingkungan ekonomi digital. Jenis platform ekonomi digital yang digunakan oleh keempat informan adalah media social, financial technology dan E-Commerce khususnya dalam konteks pengasuhan anak-anak. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan share paint value berdasarkan struggle yang dialami keempat informan tersebut yaitu adaptability, discrepancy, quality awareness, continuous learning, dan peneliti memberikan rekomendasi strategi yaitu menyiapkan dan menggunakan beberapa platform/aplikasi yang ada di setiap jenis ekonomi digital, membaca dengan teliti produk atau jasa yang ingin dibeli, melihat review, dan membeli di official store, menambah pengetahuan dan aware terhadap perkembangan teknologi di bidang pendidikan untuk mendapatkan jenis dan metode pembelajaran baru.
Copyrights © 2025