Generasi sandwich adalah individu yang secara simultan merawat orang tua yang menua dan keluarga inti mereka. Kondisi ini menimbulkan konflik peran yang dapat memengaruhi kemampuan regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran dan regulasi diri pada generasi sandwich di Kota Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 109 subjek berusia 30–45 tahun. Instrumen yang digunakan adalah skala konflik peran dan skala regulasi diri. Hasil analisis Spearman Rho menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran dan regulasi diri, yang berarti semakin tinggi konflik peran, semakin rendah kemampuan regulasi diri. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi dukungan untuk membantu generasi sandwich dalam mengelola peran ganda secara efektif, guna menjaga keseimbangan psikologis dan produktivitas mereka.
Copyrights © 2025