Nyeri tenggorokan pasca operasi (Post Operative Sore Throat atau POST) merupakan salah satu komplikasi yang paling umum terjadi setelah tindakan intubasi endotrakeal. POST akan menimbulkan odinofagia, rasa tidak nyaman atau gatal di tenggorokan, disfonia, serta disfagia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pada pasien anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2025 dengan Teknik pegambilan sampel total sampling sebanyak 51 responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mendeskripsikan masalah yang terjadi dengan pengumpulan data dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan efeknya. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengalami nyeri sedang pada jenis kelamin perempuan 25 responden (49%), usia dewasa (>19-59 tahun) 33 responden (64,7%), ASA II 29 responden (56,9%), ukuran ETT 7.0 sejumlah 18 responden (35,3%), tekanan balon ETT >30cmH20 25 responden (49%), lama terintubasi >60 menit 26 responden (51%). Kesimpulan: secara keseluruhan jenis kelamin, usia, ASA, ukuran ETT, tekanan balon ETT, lama terintubasi mempengaruhi tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi dengan intubasi endotrakeal tube.
Copyrights © 2025