Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan program strategis nasional Indonesia dalam percepatan penurunan stunting yang melibatkan bidan, kader PKK, dan kader KB. Program ini berfokus pada pendampingan kelompok sasaran mulai dari remaja hingga anak usia di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program TPK pada aspek input, proses, dan output di Desa Lokus Stunting, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, tahun 2024. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus, penelitian ini menetapkan Desa Torobulu sebagai lokasi, dengan subjek penelitian terdiri dari empat informan kunci dan dua informan biasa yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program TPK telah berjalan efektif pada ketiga aspek evaluasi. Ketersediaan sumber daya (input) telah memadai dan mekanisme pelaksanaan (proses) berjalan baik, ditandai dengan adanya koordinasi yang solid. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa tantangan, seperti belum meratanya orientasi bagi seluruh kader dan pelaksanaan beberapa tugas pendampingan yang belum optimal. Kendati demikian, capaian program (output) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga sasaran terkait pencegahan stunting. Kesimpulannya, program TPK telah memberikan dampak positif, namun diperlukan penguatan kapasitas dan supervisi berkelanjutan untuk memaksimalkan penerapannya di tingkat keluarga.
Copyrights © 2025