Transformasi digital mendorong organisasi untuk mengadopsi teknologi jaringan guna meningkatkan kinerja operasional dan strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi teknologi jaringan—terutama cloud computing, Internet of Things (IoT), dan infrastruktur jaringan adaptif—serta dampaknya terhadap kinerja organisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan 14 jurnal terpilih yang diterbitkan pada 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa cloud computing meningkatkan fleksibilitas, efisiensi biaya, dan inovasi model bisnis; IoT mengoptimalkan rantai pasok, efisiensi operasional, dan strategi berbasis data; sedangkan infrastruktur jaringan adaptif berbasis SDN, NFV, dan 5G memperkuat ketahanan operasional dan segmentasi layanan. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh keunggulan relatif, kompleksitas teknologi, ukuran organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adopsi teknologi jaringan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknis, tetapi juga oleh keselarasan strategi bisnis, tata kelola efektif, dan budaya organisasi yang adaptif. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen untuk mengintegrasikan investasi teknologi dengan penguatan kapabilitas internal dan tata kelola keamanan siber guna mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan.
Copyrights © 2025