Penggunaan e-money di Indonesia, termasuk di Aceh, menunjukkan perkembangan signifikan meskipun penggunaan uang tunai masih dominan dalam aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh layanan transaksi digital terhadap penggunaan teknologi finansial (fintech) berbasis e-money di kalangan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel bebas (layanan transaksi digital) dan variabel terikat (penggunaan e-money). Data diperoleh melalui kuesioner melibatkan responden generasi digital native. Analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,362 dengan nilai signifikan 0,000, yang mengindikasikan hubungan positif dan signifikan antara layanan transaksi digital dan adopsi e-money. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor persepsi mahasiswa terhadap kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan e-money masing-masing sebesar 3,9 dan 3,8, menandakan bahwa e-money dianggap praktis dan efisien untuk mendukung aktivitas keuangan. Minat terhadap e-money juga cukup tinggi dengan skor rata-rata 3,7, meskipun aspek keamanan mendapatkan skor rata-rata 3,7, menunjukkan kebutuhan peningkatan fitur keamanan. Saran peneliti mencakup peningkatan fitur keamanan oleh penyedia layanan, edukasi pengguna tentang perlindungan akun, serta integrasi sistem pembayaran digital di berbagai layanan kampus. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor lain seperti promosi, regulasi pemerintah, dan pengaruh sosial terhadap adopsi fintech e-money.
Copyrights © 2025