Penelitian ini mengkaji pengendalian biaya kualitas sebagai strategi untuk menekan produk rusak pada UMKM Baby Fish Aksal Jaya. Produk rusak masih menjadi masalah berulang yang meningkatkan pemborosan produksi dan menurunkan efisiensi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UMKM belum memiliki sistem pencatatan biaya kualitas yang terstruktur, praktik biaya pencegahan, penilaian, kegagalan internal, dan kegagalan eksternal tetap dilakukan. Upaya pengendalian berupa pelatihan karyawan, penyortiran bahan baku, serta perawatan fasilitas produksi terbukti dapat mengurangi produk rusak, meskipun masih terbatas oleh pemahaman dan alokasi biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pengendalian biaya kualitas yang sistematis sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, meminimalkan kerugian, dan memperkuat daya saing. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi konsep biaya kualitas dalam manajemen UMKM sebagai strategi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas dan profitabilitas usaha.
Copyrights © 2025