Pasola merupakan upacara tradisional yang dilakukan orang Sumba, penganut agama asli yang disebut Marapu. Pelaksanaan bulan Februari dan Maret. Puncak kegiatan upacara adat dilakukan beberapa hari sebelum Pasola. Pasola merupakan perang-perangan yang dilakukan kedua kelompok berkuda. Setiap kelompok kurang lebih 100 orang yang dipersenjatain dengan Tombak kayu berdiameter kira-kira 1,5 m, ujungnya tumpul. Penelitan bertujuan untuk mengkaji dan mendiskripsikan sejarah Pasola, tujuan Pasola, aturan Pasola dan suku-suku yang ikut dalam Pasola. Konsep penelitian ini yaitu dampak Pasola, Nyale atau Cacing laut, tombak, kuda sandalwood, konflik sosial, penyebab konflik, bentuk-bentuk konflik, konflik sosial dan jenis konflik. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan narasi. Sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah Rato adat dan pembantu Rato adat 3 orang, dengan teknik purposive sample. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Jawaban penelitian disimpulkan bahwa analisis data, hubungan kekeluargaan antara peserta Pasola, penonton tetap terjaga baik walaupun terjadi konflik, pengawasan pemerintah maupun Rato adat, Pasola tetap terkoordinasi dengan baik serta persatuan dan kesatuan menjaga tradisi Pasola ini terjalin dengan baik antara peserta Pasola, penonton, Rato adat dan bahkan pihak pemerintah dan proses penyelesaian konflik sudah terminimalisir baik.
Copyrights © 2025