Penurunan suku bunga deposito akibat kebijakan moneter terbaru telah menimbulkan dinamika signifikan dalam perilaku keuangan para pengusaha kelas atas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perubahan kebijakan tersebut memengaruhi preferensi investasi, strategi pengelolaan aset, serta implikasinya terhadap stabilitas sistem keuangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan bunga deposito mendorong pengusaha kelas atas untuk mengalihkan dana dari instrumen simpanan ke sektor riil, pasar modal, dan investasi alternatif yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi. Pergeseran ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi produktif, namun di sisi lain menimbulkan risiko spekulasi, gelembung aset, serta tantangan likuiditas bagi perbankan. Selain itu, ditemukan adanya keterlambatan (lag effect) dalam penyesuaian bunga deposito antar tenor dan antar bank. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak hanya berpengaruh pada stabilitas makroekonomi, tetapi juga pada pola perilaku keuangan kelompok ekonomi kuat. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan regulasi perbankan agar dampak positif dari turunnya bunga deposito dapat dimaksimalkan, sekaligus meminimalisasi risiko sistemik bagi perekonomian nasional.
Copyrights © 2025