Latar Belakang: Masalah kesehatan mental sering muncul selama menstruasi pada remaja putri. Kondisi ini memengaruhi prestasi akademik, kehidupan pribadi, dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai dampak siklus menstruasi terhadap kesehatan mental remaja putri di Kota Samarinda, meliputi pengetahuan, sikap, kesejahteraan psikologis, serta hubungannya dengan faktor sosiodemografi. Metode: Studi potong lintang deskriptif dilakukan pada remaja putri usia 15–19 tahun di Kota Samarinda. Jumlah subjek sebanyak 364 orang dipilih secara acak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner demografi, Menstrual Distress Questionnaire (MEDI-Q), dan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Analisis data menggunakan SPSS 24.0 dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar subjek melaporkan mengalami stres, perubahan mood, dan kegelisahan saat menstruasi. Sekitar 25% merasa malu dan bersalah terhadap perubahan pubertas. Pada hari pertama menstruasi, masalah psikologis yang dominan adalah kecemasan, sulit konsentrasi, kesedihan, dan mudah marah. Kesimpulan: Masalah psikologis yang muncul selama siklus menstruasi cukup tinggi pada remaja putri di Kota Samarinda. Perlu adanya edukasi, konseling, dan dukungan sosial untuk meningkatkan kesiapan remaja menghadapi menstruasi.
Copyrights © 2025