Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan strategis untuk mengatasi ketidakseimbangan antara produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat umum. Penentuan lokasi pertanian berkelanjutan merupakan tantangan multidimensi yang memerlukan pendekatan sistematis dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi optimal pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karo dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Sembilan kriteria utama digunakan, meliputi aspek lingkungan, sosial ekonomi, dan risiko bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa A memiliki skor tertinggi (0,712), menjadikannya lokasi paling potensial untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. Konsistensi rasio (CR) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa penilaian para ahli cukup konsisten. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan tata ruang dan kebijakan pertanian daerah
Copyrights © 2025