This study examines the impact of social media on the formation of adolescent self-identity. Using a qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and literature studies with subjects aged 15-19 years who are active on social media. The results show that social media influences adolescent self-identity, both positively, by increasing self-confidence, and negatively, by influencing body image and social comparison. Social media serves as a means of self-expression, but excessive use can reduce face-to-face social interaction and communication skills. The study recommends the wise use of social media with family support. Penelitian ini mengkaji dampak media sosial terhadap pembentukan identitas diri remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur dengan subjek remaja berusia 15-19 tahun yang aktif di media sosial. Hasil menunjukkan bahwa media sosial mempengaruhi identitas diri remaja, baik secara positif yaitu mampu meningkatkan kepercayaan diri, maupun negatif, mempengaruhi citra tubuh dan perbandingan sosial. Media sosial berfungsi sebagai sarana ekspresi diri, namun penggunaan berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial tatap muka dan keterampilan komunikasi. Penelitian menyarankan penggunaan media sosial yang bijak dengan dukungan keluarga.
Copyrights © 2025