Industri rokok merupakan industri yang tidak boleh dipandang sebelah mata dalam roda perekonomian negara Indonesia karena peran sumbangsih terhadap penerimaan negara dari cukai rokok yang memiliki nilai yang cukup besar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan merupakan industri padat karya. Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT. HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) merupakan salah satu produsen rokok terbesar yang telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990 yang didirikan pada tahun 1963 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan PT. HM Sampoerna Tbk selama tiga belas tahun yakni tahun 2010 hingga 2022, Untuk proses data dalam penelitian ini menggunakan software program SPSS, dimana variabel pita cukai merupakan variabel bebas sedangkan variabel beban pokok produksi merupakan variabel terikat, sehingga dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi sederhana.Beban pita cukai dan beban pokok penjualan memiliki pengaruh positif dimana setiap penambahan Rp. 1 beban pita cukai akan secara tidak langsung akan menambah beban pokok penjualan sebesar Rp. 1.233.Beban pita cukai terhadap variabel terikatnya yakni beban pokok penjualan memiliki dampak yang positif, dimana variabel beban pita cukai mempengaruhi variabel beban pokok penjualan sebesar 96,90 persen dan hanya 3,10 persen .
Copyrights © 2024