Tingginya angka morbiditas serta mortalitas Tuberkulosis (TB) menjadikannya sebagai isu kesehatan global. Di dunia, Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi dalam prevalensi TB, setelah India serta Tiongkok, dimana meningitis TB di Indonesia meliputi 1-2% dari semua kasus TB, sedangkan TB milier menyumbang 1% dari seluruh kasus TB. Meningitis TB dapat terjadi secara bersamaan dengan TB milier. Manifestasi klinis meningitis TB seperti demam, hilang nafsu makan, kelumpuhan saraf kranial, hemiparesis, paraparesis, dan kejang. Hemiparesis meliputi 4% dari manifestasi klinis meningitis TB. Kami menyajikan sebuah kasus meningitis TB pada anak usia 15 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Jakarta, Indonesia dengan lemah pada tungkai atas dan bawah sebelah kiri, demam, sakit kepala, mual muntah, nafsu makan menurun, dan riwayat demam, batuk dan penurunan berat badan. Hasil laboratorium menunjukkan hiponatremia, hipokloremia dan uji tuberkulin positif. Hasil rontgen dada menunjukkan TB milier dan CT scan kepala dengan kontras menunjukkan meningitis. Selama perawatan mendapat obat anti tuberkulosis (OAT) dengan steroid dan terdapat perbaikan fungsi motorik.
Copyrights © 2025