Pencahayaan alami memainkan peran penting dalam desain villa di Bali, menggabungkan estetika, fungsi, dan prinsip Tri Hita Karana yang menekankan harmoni dengan alam. Jendela memiliki pengaruh besar terhadap distribusi cahaya alami, khususnya di kamar tidur, untuk kenyamanan visual dan efisiensi energi. Penelitian ini menganalisis pengaruh bentuk jendela terhadap pencahayaan alami menggunakan simulasi perangkat lunak Dialux Evo, yang mendukung arsitektur tropis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini mengukur distribusi cahaya alami di kamar tidur dengan memeriksa bentuk jendela yang mempengaruhi masuknya dan penyebaran cahaya. Evaluasi dilakukan menggunakan indikator jumlah cahaya (lux) yang masuk ke dalam ruangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketiga desain jendela fasad villa memenuhi standar GBC Indonesia versi 1.2, yang mensyaratkan 30% dari luas lantai mendapatkan cahaya alami optimal. Bentuk dan ukuran jendela sangat berpengaruh pada distribusi cahaya, dengan jendela persegi panjang terbukti lebih efektif, terutama dengan bukaan horizontal yang lebih optimal dibandingkan vertikal. Disarankan menggunakan jendela persegi panjang besar, khususnya di kamar tidur, untuk pencahayaan alami yang merata dan kenyamanan visual optimal.
Copyrights © 2025