Pencahayaan alami menjadi suatu hal yang penting dalam setiap bangunan. Begitupula ruang IRNA sebagai salah satu fasilitas utama dalam layanan kesehatan seharusnya dapat memberikan kenyamanan pencahayaan agar pasien merasa nyaman didalamnya sehingga dapat mendukung kesembuhan. Kenyamanan tersebut dapat dicapai apabila intensitas pencahayaan yang masuk kedalam ruang telah mencukupi standar-standar yang telah ditentukan. Ruang IRNA pada rumah sakit tentunya memiliki standar pencahayaan yang berbeda dengan ruang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana orientasi fasad yang berbeda mempengaruhi intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran langsung pada 5 titik dan dalam 3 waktu berbeda yakni pada pukul 08.30, 11.30 dan 14.30 dengan menggunakan lux light meter digital dan simulasi software Dialux sebagai validasi, sehingga dapat diketahui intensitas pencahayaan alami lebih akurat. Hasil dari penelitian ini adalah ruang ruang IRNA pada 3 gedung yang menjadi objek penelitian telah melebihi standar pencahayaan alami berdasarkan SNI yang menyebabkan silau pada ruang, sehingga perlu adanya perbaikan atau reduksi cahaya yang masuk seperti mengganti material kaca fasad dan atau memasang sun shading.
Copyrights © 2025