Showroom berfungsi sebagai ruang pamer yang menampilkan produk secara maksimal untuk menarik perhatian pengunjung dan meningkatkan penjualan. Namun, Rojo Showroom di Kota Solo menghadapi permasalahan tata letak display yang tidak teratur serta sirkulasi pengunjung yang kurang efisien. Hal ini mengakibatkan pengunjung merasa bingung dan sumpek, sehingga sangat bergantung pada bantuan tenaga penjualan (SPG/SPB), yang menurut ulasan beberapa pengunjung tidak selalu responsif. Studi kasus dari museum Linggarjati menunjukkan bahwa ketidakberaturan tata ruang dapat memengaruhi pengalaman pengunjung secara signifikan.Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak display dan sirkulasi Rojo Showroom agar lebih efisien dan terarah. Usulan desain mencakup pengaturan tata letak display yang lebih terstruktur, optimalisasi alur sirkulasi pengunjung, serta penambahan elemen pendukung seperti sign board untuk memberikan informasi yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang tata letak display dengan alur sirkulasi berbentuk U dapat mengarahkan pengunjung secara terstruktur sehingga setiap area display dapat diakses secara optimal. Penambahan elemen pendukung seperti sign board interaktif juga berhasil meningkatkan orientasi pengunjung. Dengan usulan desain ini, pengunjung merasa lebih nyaman dan mandiri dalam menjelajahi showroom, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga penjualan, serta meningkatkan waktu kunjungan yang berdampak pada potensi peningkatan penjualan Rojo Showroom.
Copyrights © 2025