Dalam penulisan tentang tasauf orang selalu memperhubungkan antara kehidupan zuhud dengan tumbuhnya tasuf dalam islam. Misalnya mengenal masalah “apa sebenarnya tasauf itu?” ternyata segolongan penulis-penulis ada yang menyamakan antara tasauf dan zuhud dan dengan demikian mereka memasukkan Nabi Muhammad s.a.w., Abu Bakar, Umar dan banyak sahabat-sahabat Nabi sebagai pemuka-pemuka sufi (penganut tasauf). Akibatnya pengertian dan gambaran mereka tentang hakikat tasauf jadi kabur (confuse), tidak jelas. Karena semua para Zahid, termasuk kita sekaliaan yang hidup sederhana, bisa disebut sufi, sedang nyatanya bukan sufi. Untuk menghindarkan kekacauan penggunaan istilah-istilah diatas perlu diberi pengertian yang definitive/tegas apakah memang tasauf itu sama dengan atau tidak sama dengan zuhud. Dan bagaimanakah pengertian zuhud itu? Disamping itu menurut teori yang secara tradisionil dikembangkan oleh penulis-penulis tentang tasauf selalu dikatakan bahwa tasauf itu timbul dari perkembangan peraktek-praktek kehidupan zuhud yang terdapat dalam sementara kehidupan tokoh-tokoh muslim semenjak masa Nabi sendiri. Memang teori evolusi ini sangat menarik karena memberikan dasar-dasar pegangan bagi orang-orang yang ingin mempertahankan suatu teori bahwa tasauf itu tumbuh dari kodrat ajaran Islam sendiri dan bersumber dan dikembangkan dari sumber-sumber agama (al Qur’an dan Sunnah) sendiri. Akan tetapi apakah teori-teori ini betul dan masih bisa dipertahankan?
Copyrights © 1975