Riwayat Hidupnya Syah Waliyullah (1703-1762), dilahirkan di delhi. Orang tuanya Bernama Syah Abd Al-Rahim seorang sufi dan ulama yang memiliki madrasah, adalah pula pemimpin setempat Tarekat Naqshebandi, Ia dididik orang tuanya yang kemudian setelah dewasa turut mengajar di madrasah itu. Ia selanjutnya naik haji dan tinggal di Hijaz selama satu tahun dimana ia sempat belajar kepada ulama-ulama di Makkah dan Madinah. Ia hidup sezaman dengan Ibn Abd. Al Wahhab, tetapi tidak ada bukti bakaw mereka saling mempengaruhi meskipun ide pembaharuannya ada persamaan. Sepulangnya dari mekkah pada tahun 1732 ia Kembali ked elhi dan meneruskan pekerjannya yang lama sebagai guru. Kemudia ia sebagai seorang sufi menggantikan ayahnya. Diakui oleh Muhammad Iqbal bahwa Syah Waliyullah adalah ulama besar terakhir dari Islam. Dan setengah orang menganggapnya lebih besar dari (al-Ghozali dan Ibn Rusyd). Disamping ide dan pendapat-pendapatnya difahami dan dilanjutkan serta dikembangkan oleh tokoh dibelakangnya ia banyak meninggalkan karangan-karangan seperti Hujjatullah Al-Balighin, Ham’at dan Terjemah serta Tafsir Al-Qur’an dalam Bahasa Persi yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Urdu oleh putranya.
Copyrights © 1975