Rabi’ah Al ‘Adawiyah dilahirkan di Bashrah pada tahun 714 M dan meninggal dunia tahun 801 M dalam usia 87 tahun. Ia dilahirkan dari keluarga yang miskin. Ada du versi ceritera dimasa kecilnya. Yang pertama menyatakan bahwa pada waktu masih kecil ia dicuri orang dan dijual sebagai budak belian. Kedua orang tuanya memang dalam kemiskinan dan meninggal dunia sewaktu Rabi’ah Al ‘Adawiyah masih kecil. Sebagai budak belian dengan sendirinya ia pernah mengalami kepahitan didalam hidupnya jatuh dari tangan satu ketangan orang lain sampai usia dewasa. Yang jelas ia dapat memperoleh kemerdekaannya. Menurut cerita orang yang memilikinya melihat cahaya diatas kepalanya sewaktu ia beribadat yang menerangi suatu ruangan rumah. Setelah memperoleh kebebasan Kembali; ia pergi menyendiri kepadang pasir dan memilih hidup sebagai seorang Zahid. Ia memutuskan untuk tidak kawin selama hidupnya; meskipun banyak yang meminag, tetapi ia lebih suka memilih hidup menyendiri menghabiskan waktunya untuk tashawuf. Rabi’ah sangat tidak setuju kepada : “kesenangan duniawi”. Hal ini terlihat dari pendapatnya yang ditujukan kepada Sufyan Al Sauri; Al Sauri sebagai seorang ‘alim yang banyak dikunjungi orang. Hal ini dianggap oleh Rabi’ah sebagai kesenangan duniawi. Oleh karena itu, Ketika Sufyan bertanya kepadanya tentang hikmat, ia menjawab; “Alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini”.
Copyrights © 1975