Jagung merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani. Namun, produktivitas jagung di Kalimantan Selatan mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), terutama Spodoptera frugiperda. Upaya pengendalian yang selama ini dilakukan petani masih bertumpu pada insektisida kimia, yang berisiko menimbulkan resistensi hama, kematian musuh alami, serta pencemaran lingkungan. Sebagai alternatif, pemanfaatan agens hayati seperti cendawan entomopatogen Beauveria bassiana menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas B. bassiana dalam mengendalikan S. frugiperda pada pertanaman jagung di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi pengendalian hama berbasis agens hayati guna mendukung keberlanjutan produksi jagung di Kalimantan Selatan. Dari aspek produktivitas, perlakuan P2 menghasilkan bobot klobot tertinggi yaitu 352,5 g, yang menunjukkan pengaruh positif aplikasi B. bassiana terhadap hasil panen. Secara keseluruhan, B. bassiana terbukti efektif sebagai agen hayati dalam menekan serangan hama utama, meningkatkan pertumbuhan vegetatif, serta produktivitas tanaman jagung. Perlakuan P2 direkomendasikan sebagai strategi pengendalian hayati yang optimal untuk mendukung penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ramah lingkungan
Copyrights © 2025