Bencana yang terjadi di Sidoarjo Jawa Timur sejak 29 mei 2006 dimana lumpur keluar dari isi bumi yang dikenal dengan lumpur Sidoarjo (LUSI) Jawa Timur sampai saat ini masih berlangsung. Masih sangat terbatas penelitian yang membahas dari segi teknik, khususnya yang berkaitan dengan karakteristik aliran dan upaya mengurangi hambatan aliran lumpur tersebut secara optimal, sehingga dapat menghemat energi transportasi fluida. Penelitian ini membahas perbandingan nilai pressure drop, koefisien gesek dan pengurangan hambatan antara pipa bulat dan pipa spiral dalam mengalirkan fluida mud slurry lumpur Lapindo Sidoarjo (LUSI) dengan metode simulasi numerik menggunakan software ANSYS 2023 R1 Academic License. Variabel tetap yang digunakan yaitu concentration weight (cw) dari fluida kerja mud slurry sebesar 30%, sedangkan variabel bebasnya adalah variasi dari model geometri pipa yaitu pipa bulat, pipa 3 spiral, pipa 4 spiral dengan material yang sama yaitu plastik akrilik dengan variasi kecepatan aliran masuk fluida sebesar 0.5 m/s dan 1.0 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pipa spiral lebih unggul dibandingkan pipa bulat dalam efisiensi sistem penyaluran aliran fluida mud slurry, dengan nilai pengurangan hambatan pada kecepatan aliran fluida 0.5 m/s untuk pipa 3 spiral dan pipa 4 spiral masing-masing sebesar 0.403 % dan 0.452 %. Sedangkan pada kecepatan aliran fluida 1.0 m/s, nilai pengurangan hambatan pada pipa 3 spiral dan pipa 4 spiral masing-masing sebesar 0.244 % dan 0.339 %. Diantara semua variasi model geometri pipa, pipa 4 spiral memiliki nilai pressure drop, koefisien gesek paling rendah dan pengurangan hambatan paling tinggi pada semua variasi kecepatan aliran masuk fluida ke dalam pipa.
Copyrights © 2025