Perkembangan teknologi finansial di Indonesia telah melahirkan dua model pembayaran digital dominan: sistem e-wallet tertutup (conventional e-wallet) dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kedua sistem pembayaran tersebut berdasarkan tiga dimensi utama: kecepatan transaksi, struktur biaya, dan tingkat kepercayaan pengguna. Metode penelitian menggunakan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner online kepada 250 responden pengguna aktif pembayaran digital di wilayah Jabodetabek. Data dianalisis menggunakan uji-T dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun e-wallet konvensional dinilai lebih unggul dalam hal kecepatan transaksi (mean = 4.32), QRIS secara signifikan lebih unggul dalam aspek biaya (kepuasan mean = 4.45) dan kepercayaan pengguna (mean = 4.28). Keunggulan QRIS terletak pada interoperabilitasnya yang menghilangkan kebutuhan untuk memiliki banyak aplikasi dan saldo terpisah. Simpulan dari penelitian ini adalah QRIS merupakan sistem yang lebih efektif secara holistik dalam mendorong inklusi keuangan dan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi dan terjangkau di Indonesia.
Copyrights © 2025