Pendahuluan: Tingginya prevalensi perokok remaja berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan psikososialnya. Tren peningkatan perilaku merokok remaja ditandai dengan mudahnya akses terhadap rokok dan lingkungan sosial yang mendorong normalisasi merokok. Perilaku merokok remaja sering kali dikaitkan dengan rendahnya self-esteem, dimana merokok dianggap ajang mencari pengakuan. Jika perilaku merokok remaja tidak ditangani dengan baik, maka akan memicu ketergantungan yang berdampak pada kerusakan kesehatan yang serius dan meningkatkan risiko perilaku menyimpang lainnya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui self-esteem dan perilaku merokok pada kelompok remaja di wilayah perkotaan. Metode: Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi pada bulan Februari-Juli 2024. Variabel penelitian meliputi self-esteem dan perilaku merokok. Sampel adalah semua siswa laki-laki kelas 10 sebanyak 98 orang menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah siswa yang bersedia menjadi responden dan eksklusi yaitu siswa sakit, izin, atau alfa saat pengambilan data. Instrumen penelitian mengacu pada instrumen baku yaitu self-esteem menggunakan The Adolescent Self-Esteem Questionnaire dan perilaku merokok merujuk pada skala guttman. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0.001, yang berarti terdapat hubungan self-esteem dengan perilaku merokok pada remaja di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi. Kesimpulan: Terdapat hubungan self-esteem dengan perilaku merokok pada remaja di SMK 1 PGRI Kota Sukabumi. Upaya yang dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan primer adalah memberikan pendidikan kesehatan terkait upaya meningkatkan self-esteem pada remaja. Kata Kunci: Perilaku Merokok, Remaja, Self-Esteem
Copyrights © 2025