Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang perbaikan strategi media pemasaran online melalui platform Instagram pada Namu Coffee, sebuah kedai kopi lokal di Cirebon, yang mengalami penurunan performa pemasaran digital. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya engagement rate dan brand awareness yang disebabkan oleh kurang optimalnya pengelolaan konten Instagram. Penelitian ini menggunakan metode Benchmarking untuk mengidentifikasi praktik terbaik dari kompetitor, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria dan sub-kriteria yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja Instagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria feeds merupakan aspek yang paling prioritas, diikuti oleh story, reels, profile, dan caption. Sub-kriteria dengan bobot tertinggi adalah nilai estetika konten visual, repost testimoni pelanggan, dan kolaborasi dengan influencer. Rancangan strategi konten yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemasaran digital Namu Coffee, serta menjadi acuan bagi UMKM lain dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran yang strategis dan terstruktur. Kata Kunci: Instagram, pemasaran online, benchmarking, Analytical Hierarchy Process (AHP), strategi konten, UMKM.
Copyrights © 2025