Dengan menipisnya cadangan dan produksi minyak bumi dan gas (migas) nasional, sedangkan kebutuhan akan bahan bakar migas meningkat dari tahun ke tahun, maka perlu dicari cadangan energi alternatif lain yang ramah terhadap lingkungan. Kini dikembangkan penelitian dengan bahan baku biomassa sekam padi untuk diubah menjadi bahan bakar baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang distributor terhadap unjuk kerja fluidized bed gasifier, untuk mengetahui kecepatan minimum fluidisasi, untuk mengetahui temperature reaktor, untuk mengetahui lama pendidihan air, untuk mengetahui temperatur titik api. Pada penelitian ini menggunakan variasi distributor udara dengan masing-masing jumlah lubang 19,28 dan 37. Mengambil data dengan komposisi 2 kg sekam padi dan campuran masing-masing 0,5 kg pasir silika dan batu kapur, meliputi kecepatan minimum fluidisasi, temperature reaktor, temperature titik api, temperature air yang dididihkan dengan 1 liter air yang didihkan, pencatatan data setiap 2 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi distributor udara dengan jumlah lubang 19 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 331,7°C, waktu nyala efektif selama 60 menit. Lama pendidihan air selama 18 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 446,3°C. Variasi distributor udara dengan jumlah lubang 28 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 460,9°C, waktu nyala efektif selama 56 menit. Lama pendidihan air selama 16 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 482,7°C. Variasi distributor udara dengan jumlah lubang 37 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 495,4°C, waktu nyala efektif selama 50 menit. Lama pendidihan air selama 12 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 532,9°C.
Copyrights © 2024